KabarLiputan.id, ACEH TIMUR – Bustami SHI, MSi, dipercayakan oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al Farlaky, menjabat Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh Aceh Timur, sejak Senin (21/4/2025).
Bustami, bukanlah orang asing di Disdik Aceh Timur, ia pernah pernah menjabat sebagai Kepala Sub bagian Perencanaan dan Program di Disdik Aceh Timur, pada 2009-2015.
Sebelum ditunjuk Bupati Aceh Timur, sebagai Plt Disdik Aceh Timur, ia menjabat Kepala Bidang Kearsipan pada Dinas Perpustakaan Aceh Timur (2004-sekarang).
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al Farlaky berharap Bustami dapat menjalankan roda organisasi dan program – program pendidikan di Aceh Timur.
Untuk mengenal lebih dekat siapa sebenarnya Bustani, berikut kami ulas latarbelakangnya.
Bustami pria berusia 46 ini lahir pada 5 Mei 1979 silam. Kini ia berdomisili di Gampong Beuringen, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur.
Ia menyelesaikan Sarjana (S1) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan Matematika di Universitas Syiah Kuala, pada 2003 silam. Kemudian melanjutkan Magister Sains (S2) pada Program Studi Perencanaan Wilayah dan Pedesaan (PWD) Konsentrasi Perencanaan Pendidikan di USU Medan 2009 silam.
Selain sebagai birokrat, Bustami juga dikenal memiliki pengalaman di bidang organisasi, dimana sebelumnya pada tahun 2012-2015 ia pernah menjabat sebagai Sekretaris KNPI Aceh Timur, semasa diketuai oleh Iskandar Usman Al Farlaky.
Selain itu, ia juga tercatat sebagai Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Aceh Timur.
Rekam Jejak di Pemerintahan
Sementara rekam jejak Bustami, di pemerintahan sebagai berikut;
Kasubbag PEP Disidik Aceh Timur (2009-2015), Kasi Pembinaan Organisasi Kepemudaan pada Disparpora (2017), Kabid Kearsipan pada Dinas Perpustakaan (2024-sekarang).
Penunjukan Bustami sebagai Plt Kadisdik Aceh Timur, diharapkan dapat membawa peningkatan mutu, kualitas dan kemajuan pendidikan Aceh Timur.
Bupati mengatakan pendidikan merupakan sektor yang paling sentral dalam pembangunan Aceh Timur dan perlu penataan dan pembenahan terutama terkait kesenjangan tenaga guru pengajar antara daerah pedalaman dengan di kota. Selain itu tetap mengutamakan peningkatan infrastruktur pendidikan.(S Maulana)