Jurnalis: Ardiansah
KabarLiputan.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerjasama dengan Muspika Peunaron dan aparatur desa akan membongkar dan memperbaiki kembali jembatan darurat yang dibangun pasca banjir bandang 26 November lalu.
Lokasinya di Jalan Lintas Provinsi Aceh, persis diperbatasan antara Desa Seumanah Jaya Kecamatan Peunaron dengan Desa Peunaron Lama, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur. Proses pengerjaan mulai dilakukan Senin 19 Januari 2026. Diperkirakan akan selesai setelah sepekan dikerjakan.
“Alat berat sesuai arahan Bupati Aceh Timur telah didatangkan pihak BNPB. Mudah-mudahan selesai dalam sepekan,” kata Camat Peunaron, H. Muhammad, S.Pd.I, MA, Senin (19/1/2026).
Berdasarkan analisa pekerjaan, lanjut alumni Pascasarjana IAIN Sumut ini, pengerjaan akan memakan waktu diatas enam hari. “Untuk hari Rabu 21 Januari, kita akan berlakukan buka tutup dari dua arah, sehingga pekerjaan dapat selesai tepat waktu dan tidak membahayakan pengguna jalan,” sebut putra asli Idi Cut ini.
Pekerjaan meliputi, sambungnya, pemasangan Aramco bantuan Kodim 0104/Aceh Timur. “Pemasangan itu akan membutuhkan waktu hingga 12 jam. Demi kelancaran dan keselamatan, maka kita sepakati, akses lintas Lokop-Pereulak di lokasi gunung putus pada Rabu 21 Januari ini akan kita tutup mulai pukul 08:30 Wib hingga selesai pengerjaan,” sebut H. Muhammad.
Berbagai jenis kendaraan, sambungnya, diharapkan dapat beraktivitas seperti biasa setelah pemberlakukan buka-tutup. “Untuk mempercepat pengerjaan, maka kami ikut bergotongroyong bersama aparatur desa dan masyarakat di lokasi,” sebut Muhammad.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya jembatan yang terputus akibat bencana alam ini juga telah di perbaiki oleh Bupati Aceh Timur, Muspika Peunaron dan masyarakat menggunakan batang pohon kelapa. Namun kondisi tersebut tidak bertahan lama, karena pohon kelapa yang di gunakan amblas dan tidak mampu menahan tonase kendaraan bermuatan sawit.
“Kami apresiasi unsur BNPB, TNI/Polri serta aparatur desa serta para donatur yang sudah berpartisipasi dalam pembangunan jembatan darurat ini. Kami juga ucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati Aceh Timur yang sudah mengarahkan kami dalam mengawasi dan membina wilayah kerja kami selama ini,” pungkas Muhammad. (*)
