KabarLiputan.id, ACEH TIMUR – Suasana di Dusun Lancang, Desa Bangka Rimung, siang itu, Selasa, (24/02/2026), tak lagi sama. Matahari tepat di atas kepala ketika warga mulai berdatangan ke pemakaman keluarga. Di antara pelayat yang berdiri berderet, tampak seragam cokelat muda ikut membaur. Personel Polsek Peureulak hadir, bukan dalam operasi penegakan hukum, melainkan dalam satu kewajiban sosial, fardhu kifayah.
Tepat pukul 12.01 WIB, Bhabinkamtibmas Polsek Peureulak, Polres Aceh Timur, Polda Aceh, Aiptu Ari Wibowo, mendatangi lokasi pemakaman di Dusun Lancang, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Ia berdiri bersama warga, mengikuti rangkaian doa yang dipimpin Imum Chik Desa Bangka Rimung. Di hadapannya, jenazah Hawa Nurlianti binti Ramli, 29 tahun, dikebumikan di tanah kelahirannya.
Anggota Polsek Peureulak dan warga duduk sejajar, menengadahkan tangan, melafalkan doa bersama untuk almarhumah. Keluarga menyampaikan terima kasih atas kehadiran aparat yang ikut mendoakan dan menguatkan mereka di tengah duka.
Peristiwa yang merenggut nyawa Hawa terjadi selepas Subuh. Saat itu, ia tengah berbaring di atas tempat tidur di rumahnya di Dusun Lancang. Di ruangan yang sama, seorang saksi bersama anak korban, Navida Syakila, 12 tahun, tidur di bawah tempat tidur. Tanpa peringatan, sebatang pohon kayu jenis Iboih yang berdiri di samping kiri rumah tumbang. Batangnya menghantam atap dan tepat mengenai kamar tempat Hawa beristirahat. Benturan keras itu mengenai kepala korban. Nyawanya tak tertolong.
Warga menduga pohon tersebut telah berusia tua dan rapuh, sehingga rentan roboh. Peristiwa itu menjadi pengingat getir tentang ancaman pohon-pohon besar yang tak lagi kokoh di sekitar permukiman.
Di pemakaman siang itu, duka terasa kental, namun juga tampak kebersamaan. Aparat kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat larut dalam satu doa. Di balik seragam dan atribut, kehadiran polisi di Dusun Lancang siang itu memperlihatkan sisi lain tugas mereka: hadir ketika warga berduka, menguatkan, dan memastikan bahwa tak ada keluarga yang merasa sendiri dalam kehilangan. (Lintang Damar).
