KabarLiputan.id, ACEH TIMUR – Upaya pencarian korban kecelakaan laut kapal penangkap ikan KM Camar 29 masih terus dilakukan di perairan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur. Hingga Minggu, (15/02/2026) petang, para korban belum ditemukan.
Kapal penangkap ikan KM Camar 29 dilaporkan mengalami kecelakaan laut di perairan Lhokseumawe. Sejak Sabtu, (14/02/2026) pagi, tim gabungan menyisir laut yang bergelombang. Tiga personel Satuan Polisi Air dan Udara dan tiga anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Timur dikerahkan untuk menelusuri titik-titik yang diduga menjadi lintasan arus.
Kapolres Aceh Timur, AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K. melalui Kasatpolairud, AKP Ade Candra, S.H., M.H., mengatakan arus kuat menjadi tantangan utama dalam operasi ini. “Dugaan sementara, bagian haluan kapal terbawa arus hingga ke perairan Nurussalam. Kami melakukan pencarian berdasarkan pergerakan arus dan koordinat terakhir yang terpantau,” ujar AKP Ade Candra.
Disebutkan, penyisiran dari perairan Idi Rayeuk menuju perairan Nurussalam. Dalam rentang dua jam pertama, tim bergerak di sekitar koordinat 4° 59,75083’N – 97° 44,55917’E. Menjelang siang, pencarian berlanjut di titik 5° 2,06855’N – 97° 42,15775’E. Sore hari, tim kembali memperluas radius penyisiran di sekitar 5° 2,21114’N – 97° 42,06482’E.
Namun cuaca di laut tak sepenuhnya bersahabat, memasuki pukul 18.00 WIB, angin menguat dan gelombang meninggi. Cahaya meredup lebih cepat dari perkiraan. Tanpa penerangan memadai, risiko bagi personel di lapangan meningkat.
Hingga berita ini diturunkan, keempat korban belum ditemukan. Tim Satpolairud dan BPBD masih bersiaga di Kuala Idi, bersiap melanjutkan pencarian esok hari dengan pola penyisiran yang diperluas mengikuti arah arus.
“Demi keselamatan anggota, pencarian kami hentikan sementara. Kondisi cuaca sudah memburuk dan mendekati malam hari.” Terang Kasatpolairud Polres Aceh Timur AKP Ade Candra, S.H.,M.H.
Sebelumnya dilaporkan, kapal penangkap ikan KM Camar-29 tenggelam setelah diduga bertabrakan dengan kapal kargo bernama Dante di perairan Lhokseumawe, Jumat, (13/02/2026) dini hari. Informasi awal diperoleh dari nelayan yang kembali melaut dan menemukan puing kapal dalam kondisi hancur.
Data sementara menyebutkan, KM Camar-29 membawa 10 awak. Satu orang dinyatakan meninggal dunia, empat masih dalam pencarian, dan lima lainnya selamat. Para korban selamat, berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, telah berada di Belawan, Sumatera Utara, setelah dievakuasi kapal nelayan yang melintas saat kejadian.
Hasil koordinasi dengan Ditpolairud Polda Sumatera Utara memastikan kapal tersebut berasal dari Gudang Bincuan, Gabion Belawan, Sumatera Utara. Identitas lengkap para korban masih dalam pendataan. (Lintang Damar).
