KabarLiputan.id, ACEH TIMUR – Langit mulai menggelap ketika jarum jam menunjuk pukul 22.00 WIB. Di halaman Mapolres Aceh Timur, mesin kendaraan dinas roda dua meraung pelan, memecah sunyi malam. Sejumlah personel Satsamapta Polres Aceh Timur bersiap. Rompi terpasang, senter diperiksa. Malam itu, patroli bukan sekadar rutinitas, melainkan ikhtiar menjaga denyut keamanan wilayah hukum Polres Aceh Timur.
Sebelum bergerak, tim lebih dulu melaksanakan AAP (Arahan Awal Pelaksanaan).
Penekanan disampaikan pada standar operasional prosedur (SOP) patroli, pembagian tugas, serta pengecekan kelengkapan perorangan. Detail kecil tak luput dari perhatian. Di jalan, kelengahan sekecil apa pun bisa berujung celah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas).
“Patroli malam ini kita fokus pada objek vital dan titik-titik rawan. Kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Kasat Samapta Polres Aceh Timur, AKP Muklis, S.E. Minggu, (15/02/2026).
Tim Patroli kemudian meluncur meninggalkan markas, menyisir jalanan kota hingga ke sudut-sudut wilayah. Sasaran telah dipetakan: SPBU yang tetap beroperasi hingga malam, pertokoan yang mulai merapatkan pintu, serta warung kopi ruang sosial khas Aceh yang masih dipenuhi cangkir dan percakapan.
Di sebuah SPBU, petugas berhenti sejenak. Mereka memantau situasi, memastikan antrean tertib, serta berbincang dengan petugas jaga. Pesan kamtibmas disampaikan lugas namun bersahabat. Dari sana, patroli berlanjut ke deretan pertokoan. Beberapa pemilik toko yang masih berbenah disapa. Kehadiran regu patroli Satsamapta Polres Aceh Timur menjadi pengingat sekaligus penenang.
Warung kopi tak luput dari sambangan. Di meja-meja kayu panjang, obrolan warga tentang harga komoditas hingga isu lokal mengalir hangat. Petugas patroli menyelipkan imbauan: waspada terhadap potensi tindak kriminal, tidak mudah terprovokasi isu yang belum tentu benar, serta segera melapor bila melihat hal mencurigakan.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Bila terjadi guantibmas atau situasi yang membutuhkan kehadiran polisi, segera hubungi layanan 110 atau laporkan ke kantor polisi terdekat,” tegas AKP Muklis.
Patroli bergerak dinamis, menyambangi titik-titik yang dinilai rawan. Bagi Satsamapta Polres Aceh Timur, malam bukan alasan untuk lengah. Justru di saat sebagian warga terlelap, aparat memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Patroli bukan sekadar berkeliling; ia adalah pesan bahwa negara hadir, bahkan di jam-jam sunyi.
Hingga patroli berakhir, situasi terpantau aman dan terkendali. Namun bagi personel Satsamapta Polres Aceh Timur, kewaspadaan tak pernah benar-benar usai. Malam boleh berganti, tetapi komitmen menjaga kamtibmas tetap menyala. (Lintang Damar).
