KabarLiputan.id, MEDAN – PT Hasil Bumi Raya Mandiri (HBRM) melaksanakan pelatihan tentang Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) yang dilaksanakan di gudang milik perusahaan tersebut di Medan, Sumatera Utara, Senin (14/4/2025).
Perusahaan menghadirkan, Muhammad Young asal Ambon, sebagai pemateri dalam pelantihan ini.
Pelatihan diikuti oleh, para manager program pengembangan Kakao Aceh Hebat, dari Forum Konservasi Lauser (FKL), kolektor dan para agen Kakao.
Pelatihan dibuka oleh, Manager Certification dari PT HBRM, Ahyar Maulana.
M Young dalam materinya memaparkan pengenalan dasar tentang K3.
M Young mengatakan secara secara hirarki dan filosofi diawali keselamatan dulu baru ada kesehatan, selanjutnya baru kerja.
Dalam sehari, jelasnya, waktu yang banyak dihabiskan setiap orang adalah bekerja selama 8 jam selebihnya tidur.
“Waktu yang kita habiskan untuk kerja berpeluang terjadinya kecelakaan kerja, meski hal itu tidak diinginkan setiap orang,” ungkap M Young.
Oleh karena itu, jelas M Young, Pemerintah membuat peraturan bahwa setiap pekerjaan yang dapat membahayakan harus menerapkan K3.
“Dalam setiap aktivitas, terutama di tempat kerja beresiko terjadinya kecelakaan, karena berhubungan dengan alat kerja seperti mesin dan lain-lain, yang memiliki dampak terhadap keselamatan,” jelas M Young.
Apabila terjadi kecelakaan kerja, ungkap M Young, dapat menimbulkan kerugian fisik, kerugian materi, dan terhentinya proses atau aktivitas kerja.
“Oleh karena itu, edukasi tentang K3 ini untuk menambah wawasan dan motivasi kita agar tetap mengutamakan keselamatan, kesehatan dalam setiap aktivitas kerja,” jelas tutor yang memiliki sertifikasi dibidang K3 ini.
Usai pelatihan K3 ini, M Young berpesan kepada petugas pendamping petani, kolektor, agen Kakao dapat menerapkan K3 setiap bekerja, serta dapat memberikan edukasi tentang pentingnya K3 kepada karyawan dan petani di setiap aktivitas kerja.
Selain edukasi tentang K3, dalam pelatihan itu, M Young juga memaparkan edukasi tentang Penanggulangan Kebakaran Tingkat Dasar, dan Kebijakan Pengendalian Lingkungan.
Pelatihan ini disambut positif dan antusias oleh peserta. Pelatihan berjalan interaktif, hal ini karena peserta merupakan pimpinan di bidangnya masing-masing saat terjun ke lapangan.
“Pelatihan ini sangat positif memberikan edukasi dan wawasan baru kepada kami tentang pentingnya menerapkan K3 dalam setiap bekerja. Kami yang terus eksis di lapangan, dan berhadapan langsung dengan para petani tentunya akan mentransformasikan ilmu K3 ini kepada karyawan kami agar mereka paham tentang pentingnya K3, dan tentunya Edukasi sangat penting untuk mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja,” ungkap M Razi Manager Sertifikasi Program Kakao Aceh Hebat.

Kegiatan diakhiri dengan praktek dan ujicoba memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dan diakhiri sesi foto bersama. (*)